Bermain Salju di Youtube

.

Beberapa hari yang lalu, Google mengeluarkan easter egg-nya di halaman pencarian dengan kata kunci “let it snow“, yang setelah kita ketikkan kata itu, maka turunlah salju-salju di halaman tersebut. Animasi salju akan menumpuk dan membekukan halaman pencarian tersebut, dan berakhir jika muncul kata “Defrost“. Tapi salju yang membeku itu, bisa juga dihentikan jika kita ketikkan kembali kata kunci “Defrost“.

“Let it snow”  masih bisa dimainkan hingga kini. Coba saja ke sini.

Situs pemendek kode halaman situs, yaitu Bitly, juga menyisipkan script snow ini ke halaman awalnya lho. Silakan cek ke sini. Untuk menghentikan salju yang turun, ada tombol stop snowing di pinggir kanan. Oh, ya, yang muncul itu bukan tampang Babeh, ya. 13246193791927300491

Beberapa bulan yang lalu juga pernah Google menyisipkan script easter egg semacam ini di kolom pencarian, dan hingga kini masih bisa dimainkan. Silakan ketik kata “Do a Barrel Roll” di kolom pencarian Google. Lihat apa yang akan terjadi saat mengetikkan huruf terakhir. Continue reading “Bermain Salju di Youtube”

Jika Listrik di Rumah Padam

.

Entah kenapa malam ini sepi sekali. Tidak ada suara di luar rumah. Suasana hening seperti ini yang sering membuat Rini, yang harus bekerja memeriksa artikel-artikel di rumah, menjadi gusar. Jika ada suatu gerakan apapun pasti akan terlihat menjadi jelas. Entah itu kertas putih yang bergerak karena disapu angin ataupun jarum jam yang bergerak. Begitu juga dengan suara. Suara jarum jatuh pun akan terdengar jelas di telinga.

Saat Rini sedang asyik membaca artikel di komputer, tiba-tiba bayangan hitam melesat di pintu kamar. Wuzzzz. Entah apa itu. Spontan Rini menengok. Tidak ada apa-apa di sana. Rini termangu. Untuk meyakinkannya, dia memeriksa ke luar kamar. Hanya kesunyian yang ada di ruang tamu.

Kembali ia berkutat dengan pekerjaannya. Namun belum satu menit bekerja, ia digoda sesuatu. Layar monitor komputernya berkedip. Rini terdiam. Lalu ia berdiri, melihat kabel-kabel di belakang monitor.

Terdengar bunyi di luar kamar. Semacam desis. Rini menengok. Dia mendongakkan kepalanya, melihat ke arah ruang tamu dan mencoba mendengarkan jika ada bunyi-bunyian lagi di sana. Walau sudah ditajamkan pendengarannya, tetap saja kesunyian yang hadir. Tidak ada apa-apa. Kembali ia melihat kabel untuk memeriksa jalurnya.

Tak berapa lama terdengar lagi bunyi desis di luar. Rini pun terdiam. Namun kali ini Rini tak mau menengok. Hanya pendengarannya saja yang kembali dipertajam. Pikirannya menerawang, berharap itu hanyalah suara tikus. Continue reading “Jika Listrik di Rumah Padam”

Senjaku Membias, Mengejarmu

 

.

Ma…

apa kabarmu?

sore menguning

hangatkah kamu?

.

Ma…

ada sekantung rindu

menggantung

menggelembung

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ada sedegup rasa

mengguncah

merekah

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ada letusan kasih

mendegup

meletup

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ah…

aku tak tahu apa kamu tahu

aku masih terjaga, Ma

menatapmu

lekat

.

detik memang mendekat

takdir memang mendesak

mengejarku

meraihmu

.

Ma…

tak lama lagi aku luluh

beringin di hati kan lepas

menghempas

terserak

tapi pasak mengokohkan cinta kita

.

Ma…

aku menunggu

di senja yang tak lagi bias

di embun yang tak lagi mengembun

di hening

.

Ma…

aku habis kata

tapi tak habis cinta

tunggu aku, Ma.

*Lelaki tua itu tertatih meninggalkan makam istrinya

—–

Sumber foto : http://www.cantierecanavesano.org/?page_id=363

.

.

Kolaborasi puisi dengan Hartika Arbiyanti

.

Setia, Ayu, Ranum dan Cinta

 

.

Hening. Jangkrik meringkik. Warga desa mendengkur. Angin menderu pelan. Bulanpun sembunyi.

Tiba-tiba kegelapan pecah oleh raungan mobil yang melesat seakan dikejar ratusan anjing. Decit ban oleng, sesekali merobek tanaman pinggir jalan. Setia panik di belakang kemudi. Jantungnya berpacu. Matanya sibuk, membagi banyak pandangan, antara jalanan sempit berliku, pepohonan yang seakan tiba-tiba muncul, dan kucuran darah yang mengalir dari sela paha Ranum, serta wajah pucat Ranum yang tak henti-hentinya mengerang.

“Bang, aku tak tahan, Bang!”

“Sabar, Num. Bertahanlah!”

“Baaannggg!”

Setia makin tak sanggup mendengarnya. Kekacauan itu menjalangkan matanya untuk bertempur dengan pikiran yang berkecamuk.

“Silakan. Pergilah ke wanitamu itu. Besarkan bayimu, tapi jangan lagi mencari kami” ucap Ayu, istrinya, tadi pagi. Dari balik jendela kamar, Cinta, anak gadis semata wayangnya, hanya memandang.

Petir menggelegar. Hujan tumpah deras. Kunang-kunang terbang kacau di sela pepohonan, berkejaran, memendarkan cahaya laksana ratusan mata liar, bergentayangan, menyalak riuh, serta menyihir Setia yang makin labil.

“Baaaang, aku tak tahan lagi, Baaang!”

Di sela-sela derunya tumpahan hujan di jendela, dan erangan Ranum, handphonenya berdering. Setia menyempatkan menengok smartphonenya. Ada pesan masuk. “Abang. Seragam putih-putihmu sudah kusiapkan. ID card-mu sudah kutemukan. Sepatumu juga sudah kusemir. Jangan terlambat di acara kenaikan pangkatmu nanti pagi, ya.” Dari istrinya.

Setia termenung membacanya. Matanya menjadi sayu. Batinnya bergemuruh. Tak didengarnya Ranum yang berteriak kencang karena kaget dengan munculnya pohon besar di tikungan tajam. Cengkraman tangan Ranum menyadarkannya. Hujan deras mengaburkan pandangan kaca depan mobil. Setia membanting setir ke kanan. Mobil pun melintir, menghantam pohon, meremukkan bagian kiri mobil, memecahkan kaca mobil, memecahkan kepala Ranum.

Mobil terpantul ke depan, terperosok ke bukit yang menurun dan licin. Berguling kencang, menabrak bebatuan, membuat mobil memantul laksana bola karet.

Setia melayang.

Terbayang senyum Ayu.

Terbayang tawa Cinta.

Terbayang tatapan ayahnya, yang berpesan, “Buahilah. Kau harus teruskan darah kita, dengan anak laki-laki.”

.

*) Pernah ditayangkan setahun lalu di Flash Fiction Challange – Ubud Writers and Readers Festival. Namun karena ketidakjelasan dan ketidakprofesionalan panitia, saya tayangkan kembali di sini.

Saat Aku Harus Menulis Surat Cinta

13133353285595508

Nduk…

Hehehe. Aneh ya kalau aku nulis surat untuk kamu? Jangan ditertawakan ya, Nduk. Aku ngga bisa nulis surat. Aku juga ngga bisa romantis, seperti orang-orang yang dengan mudahnya menulis surat cinta untuk pacarnya.

Nduk…

Serius, aku ngga bisa nulis surat cinta. Setiap sms yang kamu kirim pun aku cuma bisa menjawabnya dengan senyum. Setiap kamu berbicara dengan lucu melalui handphone, aku cuma bisa menjawabnya dengan senyum. Aku ngga tahu bagaimana membalasnya. Aku ngga tahu apa yang harus aku ungkapkan kepada kamu, ngga tahu bagaimana seharusnya aku membalas pembicaraanmu itu. Continue reading “Saat Aku Harus Menulis Surat Cinta”

‘Ngakak’ Baca Buku Laris “Poconggg Juga Pocong”

13093772541609903121
Mendapatkan 2 buku PJP terakhir yang ludes dalam waktu 4 jam-an.

 

Saya : Mbak, buku “Poconggg juga Pocong” masih banyak, ya?
Kasir  : Udah habis, Mas. Yang Mas beli ini kan yang terakhir.
Saya : Lho, emang masuknya berapa buku, Mbak?
Kasir  : Datang tadi malam, 200 buku. Sekarang udah habis.”

Wedeeeeeww, keren banget. Buku itu dijual saat Toko Buku Gramedia Grand Indonesia Jakarta buka, sekitar jam 11-an siang. Dan sekitar jam 3 siang, buku “Poconggg juga Pocong” (PJP) langsung ludes. Ternyata benar, di Twitter banyak yang bilang kalau mereka tidak mendapatkan buku PJP karena kehabisan. Dan kini para fans (followers) @Poconggg yang berbondong-bondong berdatangan ke TB Gramedia di Jakarta, hanya bisa memesan dengan menuliskan nama mereka di daftar pemesanan buku PJP. Bayangkan, lebih dari 15 TB Gramedia di Jakarta, dalam 2 jam, 200 buku PJP sudah habis per-tokonya. Dan jika kita ikuti obrolan di Twitter tentang buku PJP, yang pesan sudah banyak, sudah berlembar-lembar nama yang terdaftar di buku besar.

Bersama Saras dan Faiz, saya berburu buku “Poconggg juga Pocong“, dan berhasil mendapatkan dua buku. Tidak sia-sia kami berjalan cepat dari tempat parkir motor, untuk  menuju lantai 2 Grand Indonesia, tempat TB Gramedia berada. Saat Saras bertanya kepada petugas toko, si petugas langsung memberikan buku PJP. Saat itu si petugas sedang membawa banyak buku untuk dipajang. Saras langsung menuju kasir untuk membayar buku PJP. Karena temannya mengirim pesan, dia kehabisan buku PJP, maka kami pun mencoba membelikannya, dan berharap buku tersebut masih ada. Sambil mencari-cari kami melihat banyak gadis cantik sambil tersenyum-senyum memegang buku PJP di tangannya. Wih, baru pegang bukunya sudah senyum-senyum, apalagi nanti kalau … membacanya. (Beuuuh, ngga bisa bayangin deh kalau ada Poconggg di situ )

Ternyata tinggal satu buku yang ada di pajangan toko. Langsung saja kami ambil, dan bayar di kasir. Aha, perburuan yang ngga sia-sia, mendapatkan buku laris nan langka. Seperti yang dulu pernah saya tulis di sini, Poconggg memang sosok fenomenal di ranah twitter.com.

 

 

13093776101146966321
Sampul buku Poconggg juga Pocong

 

Sesampai di rumah, tak sabar saya langsung baca buku tersebut. Di sampul depan saja sudah ada testimoni dari GIRING NIDJI “Zaman makin kacau. Pocong aja bisa jadi trending topic di Twitter dan bisa nulis buku. Parahnya, gue beli dan baca buku ini. Aaaaaah, kacau!!! Selamat menggelinjang, jiwa muda!!!”

 

Gambar kartun di sampul PJP menarik. Bagus untuk konsep buku komedi. Kalau tidak salah, 4 tokoh kartun itu ‘sahabat’ si Poconggg, Justin Bieber, Lady Gaga, Mak Kunti dan cewe SMA. Kalau tidak salah lho. Mereka memang sering disebut-sebut oleh si Poconggg.

Buku setebal hampir 150 halaman ini, yang diterbitkan oleh Bukune, dikemas apik, padahal harganya hanya Rp 36.000,- Dan kalau kita beli online di Gramedia OnlineInibuku.com,  ataupun Bukabuku.com, harga buku PJP didiskon menjadi Rp 30.600,-.

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Isi cerita di semua bab, lucu. Dijamin, kita akan tertawa membaca cerita si Poconggg ini. Mulai dari bab “Kata Pengantar” saja sudah lucu. Dia bilang “Gue tegasin, kalian nggak usah cape-cape mikirin gimana caranya gue nulis buku ini. Mau pake gigi atau sewa joki, itu urusan gue. Yang harus kalian lakukan adalah, baca aja dan jangan nyinggung-nyinggung masalah tangan, deal?” Hahaha, si Poconggg memang punya kelemahan. Karena dia selalu diikat tali pocong, maka tangannya tidak bisa keluar dari kain pocong. Jadi dia ngga bisa menulis, salaman, pegangan tangan, bergandengan tangan, bahkan juga tidak bisa melakukan urusan sehari-hari yang penting, yaitu urusan MCK (mandi cuci kakus). Hiks, kasihan banget nasib elu, Conggg. Ngga punya tangan, berarti ngga bisa ngasih bunga ke pacar, ngga bisa ngasih kado ke cewe yang ditaksir. Berarti juga si Poconggg ngga punya cewe, ngga punya pacar, ngga punya kekasih, ngga punya bini, ngga punya pujaan hati, dan always (selalu) jomblo. Jomblongenes lah.

Bab selanjutnya bercerita tentang kisah ‘sedih’ si Poconggg. Di bab “Perjalanan Seikat Poconggg”, dia bercerita tentang dirinya, “Poconggg adalah sebuah nama dan Pocong adalah sejenis spesies.” Juga cerita tentang usahanya yang “udah mati-matian nyoba, tapi ngga pernah ada yang takut” dengan dirinya, sehingga dia “pengen suatu saat kalo lagi dinas dan nunjukin muka, ada orang yang nangis dan ketakutan sambil teriak, “MAMAAA, ADA SETAN!!! SANGAR BANGET!!! SEREM BANGETT!!! AKU TAKUTTT, MAAAA!!!! MAMAAAA!!! NIKAHKAN AKU SEKARANG!!! AKU TAKUT!!!” Hahaha, sementara dia selama ini kalau lagi dinas di taman, maka orang akan bilang itu bukan pocong, tapi … guling.

Sampai akhirnya dia mulai membuat revolusi di dunia persetanan, membuat akun di twitter.com dan membuat blog www.poconggg.com. Dan nyatanya, kini akun twitternya di-follow hingga hampir setengah juta orang. Follower blog-nya juga banyak. Tapi, dibalik kesuksesannya itu, si Poconggg tetap sedih. Katanya, “Sampe sekarang, belum ada yang bener-bener takut sama gue. Sebagai Setan, gue merasa gagal.”

Bab selanjutnya adalah bab “Poconggg juga Pocong,” yang bercerita tentang usaha si Poconggg agar tidak dianggap pocong cupu dalam menakut-nakuti manusia. Anjaw, pocong Jawa gang sebelah, menguji kemampuan si Poconggg untuk ‘dinas malam’ di suatu komplek. Anjaw menantang Poconggg, “Komplek itu patokan kejantanan. Seikat Pocong baru bisa dibilang hebat kalau bisa pulang dengan selamat dari kompleks itu.” Hahaha, Poconggg diuji kejantanannya di TKP  (Test Kejantanan Pocong). Cerita Poconggg di kompleks itu lucu. Seperti yang diceritakannya (yang juga dituliskan kembali di sampul belakang bukunya)…

“Awalnya sih gue santai-santai aja. Sewaktu masuk ke kompleks, gue ngga ngeliat tanda-tanda bakal nemuin kesulitan di daerah ini. Pas mau pulang, keadaannya berubah. Ternyata portal jalannya udah ditutup.

TERNYATA PORTAL JALANNYA UDAH DITUTUP!!!”

Sengaja diulang biar makin tegang.

 

Anjrittttt!!!  Anjaw brengsek!!!!  POCONG KAMPREEEEET!!!!

Gue mulai panik!

 

Posisi portalnya kentang banget. Nggak tinggi, tapi juga ngga pendek-pendek amat. KALAU GUE LOMPATIN udah pasti ngga bakal nyampe. KALAU GUE GELINDING lewat bawah, lebih ngga mungkin lagi. Pocong dari lurah mana yang bisa bangun sendiri dari posisi rebahan? Ngga Ada! Berdiri tanpa bantuan adalah hal yang mustahil buat pocong. KALAU PORTALNYA GUE ANGKAT… ya, lo pikir aja sendiri… gimana caranya?

 

Sumpah, gue panik.

 

 

 

Si Poconggg bingung bagaimana mengangkat portal, karena tangannya memang ngga berfungsi.

Dalam bab ini juga ada kisah lucu lainnya, yaitu saat “dinas malam” dia bersama si Anjaw, bertemu gadis berbaju merah yang duduk di pinggir kolam. Petualangan mereka di situ tidak perlu saya ceritakan, tapi dijamin ‘ngakak’.

 

 

13093901001731624253
Ilustrasi Kartun Poconggg juga Pocong

 

Bab selanjutnya berjudul “Cerita Horor Tidak Akan Pernah Seindah Ini, Kawan.” Bab ini bercerita tentang kegalauan si jomblongenes aka si Poconggg terhadap perfilman Indonesia. Setan yang perduli dengan film “setan” Indonesia. Kata si Poconggg, “Gue paling ngga suka sama adegan film horor yang ada scene pocong lagi di dalam lift. Gue ngga bakal pernah maafin sutradara yang ngerancang adegan kaya gini. Ini benar-benar penghinaan banget.” Nah lho, kok bisa marah besar gitu si Poconggg? Baca deh bukunya, ada penjelasannya di situ. Wkwkwkwk.

Bab berikutnya, bab tentang percintaan. Ini cerita-cerita lucu lainnya, tentang awalnya kencan dengan pocongwati, Dea. Tujuan Poconggg berpacaran pun dikarenakan dia terobsesi dengan “satu kalimat yang bikin gue ngga bisa tidur 3 hari, “Di balik pria sukses, terdapat seorang wanita hebat”. Baca deh bab “First Date”-nya si Poconggg, yang juga dikemas dengan kocak. Padahal kisah di dalamnya tentang kegalauan si Poconggg saat ‘nembak’ cewe lho. Hihihi. Belum lagi puisinya “Tentang Cinta”. Wew, Poconggg juga penyair lho. Wkwkwk. Sampai akhirnya si Poconggg juga membuat Bab tentang “Analogi Cinta”, dengan membuat banyak analogi tentang cinta, dan diawali dengan “Cinta itu kayak kentut. Ditahan sakit, dikeluarin malu.”

Mau tau kenapa si Poconggg galau dengan adanya Bencong? Hahaha. Baca deh di Bab “Bencong”, yang bercerita asal mulanya hubungan dia dengan Bencong.

Oh ya, si Poconggg juga buka konsultasi lho. Ada tuh di Bab “Konsultaconggg”. Di sini si Poconggg berusaha membalas beberapa e-mail penggemarnya, dari sekitar 72ribuan e-mail yang masuk. Karena cerita per-e-mailnya banyak, saya persilakan saja untuk langsung baca konsultaconggg, ya. 

Di bab “Sumpah Poconggg” dibicarakan tentang “Banyak hal yang perlu kalian tau tentang bab ini. Pertama, bab ini khusus gue dedikasikan buat teman-teman, yang berani dan kreatif dalam mengobral janji. Kedua, orang-orang yang ada di bawah ini adalah orang pilihan yang bakal ngelakuin hal-hal yang luar biasa konyol. Keempat, saking banyaknya e-mail, butuh berminggu-minggu buat gue untuk milih mereka yang namanya masuk di bab ini. Yang bilang gue ngga bisa ngitung gue sumpahin jalannya ngangkang sebulan!” Hahaha.  Kalau mau tahu apa aja janji-janji fans-nya Poconggg jika email-nya dimasukkan ke bukunya, silakan berburu buku PJP dan mengantri di Gramedia. 

Nah, di bab “Poconggg Madness”, lebih seru lagi, yang berisi kehebohan saat para penggemarnya mendatangi Citos, karena Poconggg mempersilakan mereka untuk bertemu dengannya. Mau tau kaya apa hebohnya? Silakan simak video yang diambil dari blognya Poconggg.

 

Bab terakhir adalah bab “Prediksi Poconggg”. Ini prediksi tentang bintang. Contohnya Virgo, untuk “Kesehatan : Parah. Karena suka jajan sembarangan, akhirnya kalian dimarahin Tuhan. Dalam beberapa bulan kalian akan terkena diare akut. Nama latinnya, Diaresinus Ngenesiatus. Semacam virus yang bisa bikin orang boker 14 kali dalam 1 jam. Hahahahaha.

Jadi, kesimpulannya buku ini sangat layak dibaca dan dimiliki. Silakan baca di kamar, sendirian. Jangan baca di bis kota atau angkot, atau rumah sakit. Bahaya.

Silakan baca buku PJP, yang dikarang (dengan gaya tulisan yang mengalir dan cerdas dalam pengolahan komedi) oleh @Poconggg, yang sampai saat ini juga belum memberitahu nama aslinya.

Tapi, di balik kesuksesan si Poconggg dalam menerbitkan bukunya ini, kita patut prihatin dengannya, karena dia tidak akan bisa berhitung banyaknya jumlah royalti yang akan diterima. Lagipula, Poconggg juga tidak akan pernah memegang uang royalti itu, kan.

Oh, ya. Saran untuk Poconggg. “Conggg, sebaiknya elu kudu berhubungan lebih mesra lagi dengan Bencong. Bukan apa-apa. Tapi karena elu harus sering-sering ke salon, untuk memutihkan badan, menikyur, pedikyur, dan mengurus badan dan rambut. Mengganti kain kafan sebagus mungkin. Karena sebentar lagi elu bakal dikerubungin pemburu harta, eh pemburu warta.” Wkwkwkwkwk.

 

———–

Poconggg Juga Pocong

@Poconggg

ISBN:9786022200024

Editor    : @anSyafrani

Proof reader : @DewiFita

Desainer Sampul : @yulianzone

Penata letak : @gigigitz

Penerbit : Bukune

Cetakan Pertama, Juni 2011

vi + 142 halaman

Harga Rp 36.000,-

Follow Babeh_Helmi on Twitter