“Saya Ditegur,” kata Dahlan Iskan

 

“Saya ditegur,” kata Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI di Bundaran HI. “Saya pakai sepatu hasil jerih payah saya sendiri. Dulu semasa kecil saya kemana-mana tidak pakai sepatu. Sekarang sudah bisa beli sepatu, apalagi karena sekarang sudah jadi pejabat, saya pakai sepatu yang bagus. Sepatu buatan Amerika,” ujarnya.

“Tapi, dengan buku yang berjudul “Sepatu Dahlan” ini, saya merasa ditegur. Karena itu saya akan buang sepatu ini, dan diganti dengan sepatu buatan dalam negeri.” Itulah yang dikatakan Dahlan Iskan di sela-sela peluncuran novel “Sepatu Dahlan” Minggu pagi ini, 27 Mei 2012. Acara ini diselenggarakan di sela-sela Car Free Day, bertempat di samping Grand Indonesia.

13380910143022855
Sepatu yang siap dibuang

Setelah itu, Pak Dahlan Iskan mencopot sepatu abu-abunya, dan melemparkan sepasang sepatunya itu ke penonton. Kemudian ia memakai sepatu hitam, dengan sebelumnya menunjukkan ke hadirin kalau, “Ini buatan lokal. Mereknya DI-19. Kenapa 19? Itu adalah landasan kita sebelum beraktifitas, yaitu kalimat basmalah yang terdiri dari 19 huruf. Ucapkan basmalah sebelum melangkah.” Huruf DI sendiri adalah Demi Indonesia. (Bukan Dahlan Iskan 2019, ya, Pak? .. 😀)

Novel “Sepatu Dahlan” ini adalah bagian pertama dari Trilogi Inspirasi Dahlan Iskan, yang diterbitkan oleh Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika) dan ditulis oleh Khrisna Pabichara, yang kerap disapa dengan “Daeng”. Lewat akun twitter-nya, @1bichara, beliau kerap membahas tentang pernak-pernik bahasa Indonesia.

Buku setebal 369 halaman ini adalah buku ke-14 yang ditulis oleh Khrisna Pabichara, namun mengerjakan novel ini merupakan hal baru baginya. Daeng mengagumi sosok Dahlan Iskan, karena itu dalam pembuatan novel inspiratif ini, ia melakukan riset, mewawancarai langsung Dahlan Iskan, menginap di rumahnya, bahkan mendatangi lokasi-lokasi yang pernah didatangi Dahlan Iskan.

“Membaca buku ini membuat saya menangis,” kata Tina Talisa, presenter TV, salah satu bintang tamu yang bercerita di panggung tentang novel ini. Ia juga menulis endorsement di novel ini, selain Ary Ginanjar Agustian, yang juga hadir di panggung.

Selain itu, di acara ini juga diselenggarakan pengumpulan sepatu bekas, yang ditukar langsung dengan sepatu yang sama persis yang kini dipakai Dahlan Iskan. Penukar sekaligus penerima sepatu baru ini adalah anak-anak yang didatangkan dari beberapa pelosok Jakarta. Ada lebih dari seribu pasang sepatu yang disediakan di lokasi. Hal ini juga menjadi catatan untuk rekor Indonesia, pengumpulan sepatu bekas.

1338092200671811491
Beberapa piagam penghargaan dan catatan rekor pengumpulan sepatu bekas
1338092243185927992
Tetap sumringah walau berjemur panas matahari
1338092269251695316
Khirsna Pabichara
13380930501065408644
Dahlan Iskan tak segan-segan meladeni semua pembeli novel yang minta tanda tangannya.
1338093720677105339
Dahlan Iskan saat mendapat oleh-oleh
13380930781391872709
Cover buku
1338093104218073267
Asyiiiik, dapat tandatangan dari Menteri dan Penulisnya 🙂
1338092302574294002
Bersama penulis, Khrisna Pabichara
1338093379405456025
Sepatu Dahlan Iskan yang dibuang

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on ““Saya Ditegur,” kata Dahlan Iskan”

  1. Semangat.. Semangat untuk indonesia dan para blogger semuanya.. Ayo kita menulis dan berbagi.. 🙂

  2. Hidup ane katanya berantakan om ditambah rambut ane,, tapi kalo udah baca artikel kok berubah jadi rapi yaaa.. Hehehe.. 😛

  3. Inilah Ane yang mau ikut berpartisipasi nongkrong, ngunjungin setia dan berkomentar.. Hehehehe.. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s